SINGARAJA BALI KUTA OLIMPIADE TOFI PENDIDIKAN buleleng smun1singaraja sman singaraja smun1singaraja smun 1 singaraja sma 1 singaraja lovina travel smansa sekolah smansa 98 98 Bali smansa singaraja denpasar sma1 smu1 smp1 sma smu smun smu negeri singaraja sma 4 singaraja smk1 smun1 hotel travel to bali jalan-jalan balinesse dance hotel reservation bali beach nusa dua benoa kuta ubud kintamani bedugul
::: Smansa98 News Text ::: Wedding Reception on Sept 18th 2010 6.30 PM, ARSA W. and GINA ,Garden Hall - Hotel Singaraja ::: Berita Pernikahan : YUSADANA dan NIA , Desa Telaga Busungbiu 9 September 2010 15PM ... SELAMAT BERBAHAGIA :::

Tuesday, July 21, 2009

Renungan Bagi Kita Semua

JAKARTA, kompas..com - Bagi sebagian orang, memaafkan mungkin salah satu hal yang paling sulit dilakukan. Apalagi jika harus memaafkan orang yang telah membunuh anggota keluarganya. Namun lain halnya dengan Victor Mocodompis (70), yang anaknya Evert Mocodompis, tewas akibat ledakan bom di JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat (17/7) lalu.

Evert mengaku ia dan keluarga besar Mocodompis telah memaafkan siapapun yang menjadi dalang dan pelaku bom di kawasan Kuningan yang telah menewaskan putra keduanya itu. "Ada tertulis, jika pipi kananmu ditampar maka berikanlah pula pipi kirimu. Kasihilah musuh-musuhmu. Dari hati yang paling dalam saya sudah maafkan mereka," kata Victor dengan nada lirih, Senin (20/7).

Padahal sejak wafatnya Evert, praktis keluarga Victor Mocodompis kini hanya menyisakan satu anak. Yakni Jefry Mocodompis, si putra bungsu. "Evert adalah putra kedua. Dua orang saudaranya juga sudah lebih dulu mendahuluinya," kata Edward seorang kerabat Victor Mocodompis di GPIB Kasih Karunia.

Kesedihan makin mendalam, mengingat Evert juga meninggalkan istrinya Ratna dan dua buah cinta mereka. Adalah Angel (5), putri pertama pasangan Evert dan Ratna. Sementara putra keduanya yang bahkan belum sempat diberi nama tak sempat pula dilihat oleh almarhum. Maut ternyata lebih dulu menjemput Evert sebelum ia sempat melihat putra keduanya lahir ke dunia.

Sementara Ratna, wanita asal Klaten yang dinikahi Evert enam tahun silam, masih dalam perawatan pascamelahirkan di salah satu rumah sakit di Ciledug. Kesedihan Ratna tentu makin berlipat karena ia sendiri tak mampu hadir menyaksikan pemakaman sang suami karena kondisinya yang masih lemah.

Meskipun merasakan kepedihan yang mendalam, Victor mengaku menyerahkan semuanya kepada rencana Tuhan. Agaknya bagi Victor, meskipun si pelaku berhasil menghilangkan nyawa Evert, namun tidak demikian dengan jiwa dan kenangannya bersama putra tercintanya itu. "Evert akan tetap ada di hati kami", ujar pria asal Sangir, Sulawesi Utara ini.

No comments: